Dulu aku rapuh, kemudian tangguh, dan kini kembali awal
Bagai terumbu karang dilaut, lemah namun kuat, kemudian
terkikis jua
Sekuat apapun berjuang, sekeras apapun bertahan, semuanya
pasti
Akan terjatuh dimana pikiran, tak lagi bisa untuk melihat
kedepan
Sebab tertutup kekacauan, kebimbangan, kekhawatiran, dan
keputusasaan
Bicara bangkit mungkin mudah, tapi semua orang Pasti lemah
jika mengalaminya
Menasihati gampang, tapi menjalankan apa yang dibicarakan
untuk diri sendiri ?
Membalikkan keadaan Itu tak semudah hanya bicara
Butuh waktu lagi, butuh proses lagi untuk mencari kemudian
menemukan
Kaget ? ya, sangat kaget, tapi apa lagi yang bisa kulakukan
Aku telah berjuang sedemikian, aku telah bertahan sekian
Waktu yang tau semuanya, angin yang tau semuanya, langit
yang tau semuanya
Alam ini tau semuanya, betapa luar biasanya aku telah
menanti, dan menjaga cinta ini
Aku tak butuh banyak hal, aku hanya butuh cinta tulusmu,
kejujuranmu, serta hargai aku
Kini aku sedang berada dimana hatiku jiwaku, pikiranku,
sedang tak selaras
Kacau, itu yang aku rasakan, tak percaya, inilah yang aku
helakan dalam setiap kataku
Aku tak bisa menulis banyak hal, sebab semua perasaanku
padamu, telah kuuangkan
Dalam lukisan puisiku setiap bulannya, yang tergores dengan
lengkungan kepercayaan
dan garis-garis pengharapan
semua tentang ku kau ketahui, namun tak semua tentangmu
kuketahui
tak ada yang pernah kusembunyikan darimu,
ini hanyalah kata kata dari kesedihanku
Karya Nur Andre Lesmana Putra
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar